Beda Tes Shakedown dan Tes Resmi MotoGP

Jika melihat dari penjelasan di atas. Shakedown Test adalah tes untuk menemukan error yang terjadi akibat tidak sempurnanya sebuah proses peracikan paket motor baru.. Menganalisa paket ( mesin, sasis, elektronik dll).. Shakedown lebih rumit ketika perubahan salah satu part berpengaruh dengan yang lain.. Menguji per part atau per bagian agar dapat bekerja dalam satu paket motor prototipe baru.

Sedangkan Tes Resmi dimulai dengan kondisi yang diketahui dengan hasil yang diharapkan, sebuah proses yang dapat direncanakan, dirancang dan dijalankan. Sedangkan Shakedown adalah proses yang tidak bisa dipaksakan. Dan merupakan proses untuk memberikan absolusi (bisa dimaklumi) pada kegagalan salah satu part. Untuk pembalap rookie contohnya: kegagalan atau jatuh adalah sebuah kewajaran. Karena masa adaptasi, beda dengan pembalap lama dimana pasti ada kesalahan disana jika jatuh…

Pada tes Shakedown MotoGP hari pertama, pembalap uji andalan HRC, Stefan Bradl berada di urutan ke-6 dengan waktu lebih lambat +1,012 detik dari dani Pedrosa pada motor KTM. Bradl mengatakan Honda tidak mencari waktu tercepat di Tes Shakedown Sepang ..

Bradl: Honda Tidak Mencari Waktu Tercepat di Tes Shakedown Sepang

Ducati berujar ingin lebih memaksimalkan performa mesin, mengembalikan keuntungan power mesin yang sudah direnggut oleh Honda tahun lalu. Salah satu bagian untuk mengimbangi lonjakan tenaga mesin adalah sektor aerodinamika, meliputi aero-body atau winglet. Berikut ini detail uji Downforce Winglet Ducati GP20 di Tes Shakedown Sepang..

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *